MAGELANG — Gelaran Rupiah Borobudur Playon 2026 resmi berlangsung pada 4–5 Juli 2026 di kawasan Candi Borobudur, Magelang. Acara ini sukses menarik ribuan pelari dari berbagai daerah. Event tersebut diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, acara ini kembali membuktikan diri sebagai salah satu agenda sport tourism unggulan di Jawa Tengah. Tak hanya itu, gelaran ini juga menjadi wadah edukasi, aksi sosial, dan penggerak ekonomi lokal.
Rupiah Borobudur Playon 2026, atau yang akrab disingkat RBP 2026, tahun ini memasuki penyelenggaraan keempat. Event ini pertama kali digelar pada 2023. Mengusung tema “Lari untuk Berbagi”, acara ini memadukan kompetisi lari kategori 5K dan 10K. Selain itu, acara ini juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, mulai dari literasi Rupiah hingga program pengendalian inflasi pangan.
Latar Belakang Penyelenggaraan Rupiah Borobudur Playon
Sejak diluncurkan pada 2023, Rupiah Borobudur Playon dirancang sebagai media komunikasi kebijakan Bank Indonesia yang dikemas melalui pendekatan olahraga. Melalui program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, masyarakat diajak mengenal lebih dekat nilai-nilai kedaulatan mata uang nasional. Dengan demikian, masyarakat juga dapat menikmati pengalaman berlari di salah satu destinasi wisata paling ikonik di Indonesia.

Antusiasme masyarakat terhadap event lari Borobudur ini terus meningkat setiap tahunnya. Pada penyelenggaraan perdana tahun 2023, jumlah peserta tercatat sekitar.
2.000 orang. Sementara itu, pada Rupiah Borobudur Playon 2026, jumlah pelari melonjak menjadi sekitar 4.000 orang. Para peserta ini berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah maupun luar provinsi.
Kawasan Candi Borobudur sendiri telah lama dikenal sebagai lokasi favorit bagi komunitas lari. Sebagai contoh, kawasan ini juga menjadi lokasi gelaran bertaraf Nasional maupun Internasional. Salah satunya Borobudur Marathon, yang lebih dulu populer di kalangan pelari. Kehadiran Rupiah Borobudur Playon semakin memperkaya ragam lomba lari Borobudur yang selama ini sudah dikenal luas. Selain itu, event ini juga menghadirkan format Road Run Borobudur yang lebih inklusif dan terbuka bagi pelari lintas usia. Hal ini memperkuat posisi Borobudur sebagai destinasi wisata olahraga. Dengan demikian, kawasan ini konsisten menghadirkan pengalaman berlari sekaligus wisata budaya dalam satu momen.
Informasi Utama Acara
Rupiah Borobudur Playon 2026 dilaksanakan dalam rangkaian dua hari, yakni 4–5 Juli 2026. Puncak acara berupa lomba lari berlangsung pada Minggu, 5 Juli 2026. Lokasinya berada di kawasan Taman Lumbini dan Plaza Beringin, Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

Kategori dan Peserta
Acara ini menghadirkan dua kategori lomba lari, yaitu 5K dan 10K. Kategori tersebut terbuka bagi Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA). Batas usia minimal disesuaikan dengan tiap kategori. Selain peserta lari yang berjumlah sekitar 4.000 orang, event ini juga diperkirakan dikunjungi sekitar 14.000 pengunjung. Para pengunjung ini turut meramaikan rangkaian acara pendukung.
Rangkaian Kegiatan Pendukung
Selain lomba lari, Rupiah Borobudur Playon 2026 turut menghadirkan berbagai agenda pendukung, di antaranya:
- Expo UMKM dengan puluhan booth pelaku usaha binaan Bank Indonesia Jawa Tengah dan Pemprov Jateng, mencakup makanan-minuman, wastra, hingga produk kreatif lokal.
- Edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta sosialisasi perlindungan konsumen
- Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS), termasuk talkshow pengendalian inflasi dan demonstrasi memasak berbahan pangan lokal.
- Sosialisasi transaksi digital dan QRIS, sejalan dengan upaya perluasan penggunaan sistem pembayaran nontunai di masyarakat.
- Program wakaf digital serta penandatanganan nota kesepakatan peningkatan literasi Rupiah di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Tujuan Penyelenggaraan
Penyelenggaraan Rupiah Borobudur Playon 2026 tidak semata ditujukan sebagai ajang kompetisi lari. Acara ini juga menjadi sarana edukasi publik mengenai kebanksentralan, literasi keuangan, dan pengendalian inflasi pangan. Di sisi lain, acara ini juga menjadi instrumen strategis untuk mendorong sport tourism Jawa Tengah. Dengan pendekatan olahraga yang inklusif dan menyenangkan, Borobudur pun semakin dikenal oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
Tema “Lari untuk Berbagi” turut menegaskan bahwa seluruh biaya pendaftaran peserta akan disalurkan kembali untuk mendukung pengembangan desa. Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk pemberdayaan masyarakat di kawasan Borobudur. Dengan demikian, Rupiah Borobudur Playon menjadi contoh bagaimana ajang lari dapat memberi dampak sosial yang nyata.

Manfaat bagi Peserta
Bagi peserta, Rupiah Borobudur Playon 2026 menawarkan pengalaman berlari yang berbeda dari event lari pada umumnya. Rute yang melintasi kawasan Candi Borobudur memberikan sensasi olahraga sekaligus wisata budaya dalam satu waktu. Selain itu, peserta juga memperoleh akses terhadap layanan kesehatan yang bekerja sama dengan fasilitas kesehatan setempat. Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan race pack, hingga kesempatan memperoleh produk diversifikasi pangan lokal bagi yang datang lebih awal.
Sejumlah peserta mengaku menjadikan Rupiah Borobudur Playon sebagai agenda tahunan yang dinantikan. Suasana kawasan Borobudur yang sejuk dan rute yang tertata menjadi alasan utama banyak pelari kembali berpartisipasi dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, event ini menjadi salah satu pilihan utama wisata olahraga Borobudur. Pelari pun dapat memadukan aktivitas fisik dengan pengalaman budaya.
Dukungan terhadap Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Rupiah Borobudur Playon kini masuk dalam Calendar of Events Pariwisata Provinsi Jawa Tengah 2026. Sebagai salah satu event olahraga Magelang, acara ini memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung diperkirakan menggerakkan perputaran ekonomi hingga kisaran Rp5,3 miliar hingga Rp10 miliar.
Perputaran ekonomi ini mencakup sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan UMKM di sekitar kawasan Borobudur.
Lebih jauh, seluruh dana pendaftaran peserta yang mencapai lebih dari Rp600 juta turut disalurkan kepada 10 desa di sekitar Borobudur. Dana tersebut digunakan untuk mendukung program pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dengan demikian, Rupiah Borobudur Playon bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga instrumen pemberdayaan ekonomi dan lingkungan di destinasi wisata Borobudur.
Peran Java Mice Pro sebagai Event Organizer
Suksesnya penyelenggaraan Rupiah Borobudur Playon 2026 tidak lepas dari dukungan manajemen acara yang profesional. Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selaku penyelenggara utama, mempercayakan pengelolaan teknis kepada Java Mice Pro. Java Mice Pro sendiri merupakan Event Organizer (EO) yang berpengalaman menangani berbagai kegiatan berskala regional maupun nasional.

Sebagai EO yang ditunjuk, Java Mice Pro bertanggung jawab atas sejumlah aspek teknis di lapangan. Tanggung jawab ini mencakup koordinasi logistik hingga pengaturan rute lari. Selain itu, Java Mice Pro juga menangani manajemen peserta selama rangkaian acara berlangsung. Java Mice Pro memiliki pengalaman menangani berbagai jenis event, mulai dari kegiatan korporat hingga acara olahraga berskala besar. Oleh karena itu, EO ini dipercaya terlibat dalam pengelolaan Rupiah Borobudur Playon 2026.
“Kami bersyukur dapat kembali dilibatkan dalam pengelolaan teknis acara sebesar ini. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi tim kami untuk terus menghadirkan standar penyelenggaraan yang rapi dan profesional. Apalagi, event ini bersinggungan langsung dengan destinasi wisata sekelas Candi Borobudur,” ujar salah satu perwakilan manajemen Java Mice Pro.
Kutipan Resmi Penyelenggara
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa Rupiah Borobudur Playon dirancang bukan hanya sebagai ajang olahraga. Menurutnya, acara ini juga menjadi sarana edukasi dan literasi Rupiah yang menyasar berbagai kalangan masyarakat. Ia juga menekankan bahwa seluruh dana pendaftaran peserta tahun ini diarahkan untuk mendukung program lingkungan di desa-desa sekitar Borobudur.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, turut memberikan pandangannya. Menurutnya, Rupiah Borobudur Playon 2026 telah berkembang menjadi lebih dari sekadar kompetisi lari.
Menurutnya, kehadiran ribuan pelari dan pengunjung mampu menggerakkan berbagai sektor perekonomian. Selain itu, event ini juga memperkuat posisi Borobudur sebagai destinasi wisata Borobudur yang memadukan warisan budaya dengan pengalaman sport tourism.

Informasi Lebih Lanjut
Rangkaian acara Rupiah Borobudur Playon 2026 telah rampung dilaksanakan pada 5 Juli 2026. Oleh karena itu, masyarakat yang ingin mengikuti informasi edisi berikutnya dapat memantau kanal resmi media sosial Rupiah Borobudur Playon. Selain itu, laman resmi Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah juga menyediakan informasi resmi. Dokumentasi hasil lomba, termasuk daftar pemenang tiap kategori, juga akan diinformasikan melalui kanal-kanal tersebut.
Rupiah Borobudur Playon 2026, Wajah Baru Sport Tourism Jawa Tengah
Rupiah Borobudur Playon 2026 kembali membuktikan bahwa sebuah event lari dapat menjadi lebih dari sekadar ajang kompetisi. Melalui perpaduan olahraga, edukasi, budaya, dan aksi sosial, acara ini berhasil menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar Borobudur. Selain itu, acara ini juga memperkuat posisi Jawa Tengah di peta sport tourism nasional. Dukungan pengelolaan teknis dari Java Mice Pro turut memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan profesional.
Masyarakat dan pelari yang tertarik mengikuti perkembangan Rupiah Borobudur Playon di tahun-tahun mendatang disarankan untuk terus memantau informasi resmi. Informasi tersebut dapat diakses melalui kanal media sosial dan situs resmi penyelenggara. Dengan demikian, masyarakat tidak akan ketinggalan kabar terbaru seputar jadwal, pendaftaran, dan rangkaian kegiatan pada edisi berikutnya.








